

Terlempar menjadi penguasa wilayah tandus yang terancam dicabut jika belum mencapai sepuluh ribu penduduk, Su Ke membangkitkan sistem produksi koin emas harian dari setiap warganya. Menggelontorkan dana untuk logistik pangan dan tentara sihir, ia membangun kawasan tertinggal menjadi benteng megah tak tertembus.