

Aku berhenti dari universitas ternama dan tinggal di desa nelayan kampung halamanku. Dulu aku disebut sebagai kebanggaan desa, kini aku menjadi orang yang dibenci semua orang. Sampai suatu hari aku menyadari aku bisa melihat nilai keberuntunganku sendiri, dan bahkan bisa menukar alat mencari hasil laut dari sebuah layar virtual.